HIDROPS FETALIS ADALAH PDF

Hydrops fetalis is a severe, life-threatening problem of severe edema (swelling) in the fetus and newborn. It is also called hydrops. There are. Hydrops fetalis is a serious condition. It occurs when abnormal amounts of fluid build up in two or more body areas of a fetus or newborn. Abstract: Hydrops foetalis is defined as a state of excessive fluid accumulation in the Nonimmune hydrops fetalis:fetal and neonatal outcome during.

Author: Maubei Nishicage
Country: Iraq
Language: English (Spanish)
Genre: Environment
Published (Last): 2 December 2015
Pages: 233
PDF File Size: 9.2 Mb
ePub File Size: 15.59 Mb
ISBN: 787-6-20023-126-1
Downloads: 25392
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Braktilar

Home Documents Hydrops Fetalis. Hydrops Fetalis Download Report. Published on Aug View Download Pengajar Masuk Rumah Sakit: Perut kenceng-kenceng sejak tadi malam. Sejak 4 jam SMRS, OS mengeluh perutnya terasa kenceng-kenceng, tidak ada cairan ataupun darah yang keluar dari jalan lahir.

OS menceritakan perut kenceng-kenceng sebenarnya sudah sering dirasakan sejak kehamilan berumur 6 bulan. OS juga menceritakan ia sering merasa pusing-pusing kalau kecapaian, Pada 2 bulan pertama kehamilan, OS juga sering mengkonsumsi obat maag dari bidan dan jamu, OS tidak tahu kalau dirinya sedang hamil. Sejak mengetahui dirinya hamil, OS menghentikan konsumsi obat-obatan dan jamu.

OS tidak punya binatang peliharaan di rumahnya. Riwayat infeksi disangkal oleh OS. Sedikit x ganti pembalut: Tidak ada pembesaran KGB dan thyroid: Akral hangat, edema – II. TFU setinggi processus xyphoideus, bagian atas teraba lunak, tidak begitu bulat: Evaluasi 4 jam Pengawasan 10 Prognosis: Mobilisasi Cek urine lengkap dan Hb Pengobatan pasca operasi laparatomi: Istilah ini diperkenalkan pertama kali oleh Ballantyne tahunmeskipun sesungguhnya kondisi ini telah diketahui sejak dua abad yang lalu.

Hydrops fetalis

Gambaran klinis dari penyakit ini adalah abnormalitas akumulasi cairan dalam rongga tubuh pleural, percardial dan peritoneal dan jaringan lunak tubuh dengan ketebalan dinding lebih dari 5 mm.

Sejumlah kasus ditemukan pula hepatosplenomegali. Masalah dasar pada hidrop fetalis adalah gangguan keseimbangan cairan homeostasis dimana terjadi banyak amumulasi cairan dibandingkan dengan yang di absorbsi. Pada beberapa pasien, juga dapat berhubungan dengan polihidramnion dan edema plasenta. Hidrops biasanya pertama kali dideteksi dari pemeriksaan USG selama trimester pertama atau kedua kehamilan.

Kumpulani cairan dapat mudah terdeteksi, namun akumulasi cairan yang sedikit dan ringan dan kadang sulit dikenali dalam deteksi USG rutin. Ada dua jenis hidrops fetalis: Hidrops fetalis imun merupakan komplikasi inkompatibilitas Rh yang parah. Inkompatibilitas Rh ini menyebabkan kerusakan besar sel-sel darah merah, yang mengarah ke beberapa masalah, termasuk pembengkakan tubuh total.

Pembengkakan parah dapat mengganggu kerja organ-organ tubuh. Hidrops fetalis non-imun terjadi ketika kondisi penyakit mengganggu kemampuan tubuh adalag mengatur cairan. Ada tiga penyebab utama untuk jenis ini: Adalzh amnion merupakan komponen penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin selama kehamilan. Telah diketahui bahwa cairan amnion berfungsi sebagai kantong cetalis di sekitar janin yang memberikan ruang bagi janin untuk bergerak, tumbuh meratakan tekanan uterus pada partus, dan mencegah trauma mekanik dan trauma termal.

Volume cairan amnion pada setiap minggu usia kehamilan bervariasi, secara umum volume bertambah 10 ml per minggu pada minggu ke 8 usia kehamilan dan meningkat menjadi 60 ml per minggu pada usia kehamilan 21 minggu, yang kemudian akan menurun secara bertahap sampai volume yang tetap setelah usia kehamilan 33 minggu. Normal volume cairan amnion bertambah dari 50 ml pada saat usia kehamilan 12 minggu sampai ml pada pertengahan gestasi dan ml pada saat aterm.

  AS CINCO LINGUAGENS DO AMOR PARA SOLTEIROS GARY CHAPMAN PDF

Terdapat 3 cara yang sering dipakai untuk mengetahui jumlah cairan amnion, dengan tehnik single pocketdengan memakai Indeks Cairan Amnion ICAdan hiidrops subjektif pemeriksa. Sumber utama cairan amnion adalah urin janin. Urin janin lebih banyak terdiri dari urea, kreatinin dan asam urat dibandingkan plasma. Ginjal janin mulai memproduksi urin sebelum akhir trimester pertama, dan terus berproduksi sampai kehamilan aterm. Cairan paru janin memiliki peran yang penting dalam pembentukan cairan amnion.

Untuk mencapai keseimbangan dalam regulasi cairan amnion, janin menelan cairan amnion, dan juga mengabsorbsinya. Sembilan puluh delapan persen cairan amnion adalah air dan sisanya adalah elektrolit, protein, peptide, karbohidrat, lipid, dan hormon.

Faktor pertumbuhan epidermis epidermal growth factor, EGF dan faktor pertumbuhan mirip EGF, misalnya transforming growth factor- terdapat di cairan amnion. Sebagian besar penelitian klinis mendefinisikan hidramnion sebagai cairan amnion yang lebih besar dari 25 cm.

Hidramnion terjadi oleh karena berbagai sebab. Dari faktor janin sendiri misalnya karena anomali kongenital, obstruksi gastrointestinal, hidrops non imun, aneuploidi. Gejala klinis utama pada hidramnion adalah pembesaran uterus disertai kesulitan dalam meraba bagian-bagian kecil janin dan mendengar denyut jantung janin. Pada kasus berat, dinding uterus sangat tegang.

Membedakan antara hidramnion, asites, atau kista ovarium yang besar biasanya mudah dilakukan dengan evaluasi ultrasonografi. Cairan amnion dalam jumlah besar hampir selalu mudah diketahui sebagai ruang bebas-echo yang sangat besar di antara janin dan dinding uterus atau plasenta.

Kadang yidrops ditemui kelainan janin misalnya anensefalus atau defek tabung fdtalis lain, atau anomali saluran cerna. Indometasin mengganggu produksi cairan paru atau meningkatkan penyerapannya, mengurangi produksi urin janin, dan meningkatkan perpindahan cairan melalui selaput janin. Cairan amnion sering digunakan untuk keperluan diagnosis, misalnya untuk mengetahui kematangan paru janin, mendeteksi gawat nafas pada janin dan mendiagnosis ketuban pecah sebelum waktunya.

Perkiraan secara umum hidrops fetalis di Amerika Serikat adalah sekitar 1 dalam banding 1 dalam kehamilan.

Insiden hidrops kekebalan tubuh menurun secara signifikan dengan penggunaan macam imunisasi pasif menggunakan imunoglobulin Rh untuk Rh-negatif ibu pada usia kehamilan 28 minggu setelah dicurigai perdarahan fetomaternal dan postpartum setelah bayi Rh-positif. Efektivitas program ini telah ditunjukkan oleh penurunan kejadian penyakit hemolitik Rh dari janin atau bayi baru lahir, dari 65 dalam Di Thailand, frekuensi hidrops, dari homozigot alfa-thalassemia atau hidrops Bart sendiri, adalah 1 dalam banding 1 dalam kehamilan, Sedangkan angka Akurat dari wilayah Mediterania tidak pernah dilaporkanPengaruh jenis kelamin pada hidrops fetalis sebagian besar berkaitan dengan penyebab kondisi tertentu.

Bagian penting dari hidrops berhubungan dengan kelainan kromosom. Resiko pria yang lebih besar adalah peningkatan hampir 13 kali lipat pada hidrops janin laki-laki dengan penyakit hemolitik Rh D. Rhesus negatif pada orang Indonesia jarang asalah, kecuali adanya perkawinan dengan orang asing jidrops bergolongan rhesus negatif. Antigen pada manusia tersebut dinamakan antigen-D, dan merupakan antigen yang berperan penting dalam transfusi.

Orphanet: Non immune hydrops fetalis

Sistem golongan darah Rhesus merupakan antigen yang terkuat bila dibandingkan dengan sistem golongan darah lainnya. Anti D merupakan antibodi imun tipe IgG dengan berat molekul Imun antibodi IgG anti-D dapat melewati plasenta dan masuk kedalam sirkulasi janin, sehingga janin dapat menderita penyakit hemolisis. Antibodi maternal isoimun bersifat spesifik terhadap hdrops janin, dan timbul sebagai reaksi terhadap antigen eritrosit janin.

Penyebab hemolisis tersering pada neonatus adalah pasase transplasental antibodi maternal yang merusak eritrosit janin. Pada tahunBallantyne membuat kriteria patologi klinik hidros mengakkan diagnosis hidrops fetalis. Pada tahunLansstainer menemukan faktor Rhesus yang berperan dalam patogenesis kelainan hemolisis pada janin dan bayi. Levin dkk menegaskan bahwa eritroblas disebabkan oleh Isoimunisasi maternal dengan faktor janin yang diwariskan secara paternal.

  JIHAD HOTSPOTS 3072 PDF

Find dan Freda meneliti tentang tindakan profilaksis maternal yang efektif.

Hydrops Fetalis

Hanya gen D dipakai sebagai acuan faktor rhesus. Istilah yang sekarang digunakan adalah Rhesus Dbukan hanya Rhesus. Sel rhesus D positif mengandung substansi antigen D yang dapat merangsang darah rhesus D negatif memproduksi antibodi. Gen c, e, dan E kurang berperan disini. Hal ini dapat menjelaskan mengapa antibodi yang dihasilkan oleh wanita Rhesus negatif disebut anti-D anti-rhesus D. Seorang wanita Rhesus D positif tak akan memproduksi antibodi, karena darah yang positif tak akan memproduksi anti-d, tak ada anti Rhesus d.

Seseorang mempunyai Rhesus D negatif, jika diwariskan gen d dari tiap orang tua. Bapak dapat mempunyai gen D atau d, sehingga bayi dapat mewarisi gen d dari bapaknya. Sebaliknya, wanita Rhesus D negatif dengan pasangan Rhesus D negatif, dan tak akan fetaliw inkompatibilitas Rhesus, walaupun fdtalis telah membawa anatibodi Rhesus D dari kehamilan sebelumnya.

Perubahan patologi klinik yangg terjadi bervariasi, tergantung intensitas proses. Pada kasus parah, terjadi edema subkutan dan efusi kedalam kavum serosa hidrops fetalis.

Hemolisis yang berlebihan dan berlangsung lama akan menyebabkan hiperplasia eritroid pada sumsum tulang, hematopoesis ekstrameduler didalam lien dan hepar. Juga terjadi pembesaran jantung dan perdarahan pulmoner.

Asites dan hepatosplenomegali yang terjadi dapat menimbulkan distosia akibat abdomen janin yang sangat membesar. Hidrothoraks yang terjadi dapat mengganggu respirasi janin. Janin dengan hidrops dapat meninggal dalam rahim akibat anemia berat dan kegagalan sirkulasi.

Hidrops fetalis – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bayi hidrops yang bertahan hidup tampak pucat, edematus dan lemas pada saat dilahirkan. Lien dan hepar membesar, ekimosis dan petikie dan menyebar, sesak nafas dan kolaps sirkulasi. Kematian dapat terjadi dalam waktu beberapa jam meskipun transfusi sudah diberikan. Hiperbilirubin dapat menimbulkan gangguan sistem syaraf pusat, khususnya ganglia basal atau menimbulkan kernikterus. Gejala yandg muncul berupa letargia, kekakuan ekstremitas, retraksi kepala, strabismus, tangisan melengking, tidak mau menetek dan kejangkejang.

Kematian terjadi dalam usia beberapa minggu. Pada bayi yang bertahan hidup, secara fisik tak berdaya, tak mampu menyanggah kepala dan tak mampu duduk.

Kemampuan berjalan mengalami keterlambatan atau tak pernah dicapai. Pada kasus yang ringan akan terjadi inkoordinasi motorik dan tuli konduktif. Anemia yanag terjadi akibat gangguan eritropoesis dapat bertahan selama berminggu minggu hingga berbulan- bulan. Bila ibu tidak memiliki antigen seperti yang terdapat pada eritrosit janin, maka ibu akan distimulasi untuk membentuk imun antibodi.

Imun antibodi tipe IgG tersebut dapat melewati plasenta dan kemudian masuk kedalam peredaran darah janin, sehingga sel-sel eritrosit janin akan diselimuti coated dengan antibodi tersebut dan akhirnya terjadi aglutinasi dan hemolisis.

Hidroos dari antigen terdapat pada permukaan eritrosit, tetapi secara klinis hodrops sedikit yang penting sebagai penyebab penyakit hemolitik. Kurangnya antigen eritrosit dalam tubuh berpotensi menghasilkan antibodi jika terpapar dengan antigen tersebut.

Author: admin